Saturday, May 18, 2013

Tempuyung, Tanaman Liar Peluruh Batu Ginjal



Dalam dunia kedokteran, kasus penyakit batu ginjal merupakan penyakit yang relatif tinggi jumlah penderitanya khususnya di Indonesia. Batu ginjal sering disebut Nephrolithiasis atau renal calculi merupakan massa keras yang mengkristal seperti batu batu kecil yang dapat terbentuk pada bagian saluran kencing dimana saja termasuk  pada kandung kemih, dalam ginjal yaitu di pasu ginjal (renal pelvis) dan calix renalis.

Pembentukan batu ginjal dapat  dicegah dengan cara minum yang banyak, sehari 3 liter, kata Dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari Universitas Indonesia. Hal itu untuk memperlancar pengeluaran kristal-kristal batu ginjal melalui buang air kecil atau dalam bahasa medis biasa disebut diuresis

Sedangkan obat yang berkhasiat memperlancar pengeluaran air kemih biasa disebut diuretik. Umumnya obat-obat diuretik yang biasa digunakan pada masa sekarang ini menimbulkan efek samping gangguan keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit terutama natrium dan kalium. Kedua ion ini bila terlalu banyak dikeluarkan dari tubuh maka akan menimbulkan gangguan yang disebut hiponatremia dan hipokalemia yaitu terlalu rendahnya kadar natrium dan kalium dalam tubuh (Ganiswara S.G. 1995).

Oleh karena adanya efek samping dari obat-obatan tersebut, maka perlu kiranya kita mencari alternatif obat tradisional yang tidak memiliki efek samping yang merugikan tersebut. Dari sekian banyak tanaman obat yang berkhasiat diuretik, tempuyung merupakan salah satu yang populer digunakan oleh masyrakat. Tempuyung termasuk tanaman obat asli Indonesia dari famili Asteraceae. Tanaman ini merupakan tanaman herba menahun, tegak, mengandung getah, mempunyai akar tunggang yang kuat, tumbuh liar di Jawa, yaitu di daerah yang banyak hujan pada ketinggian 50-1650 m di atas permukaan laut. Tempuyung tumbuh di tempat terbuka seperti di pematang, dan di pinggir saluran air (Heyne 1987).

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Sonchus arvenshis (L). Di kalangan penderita batu ginjal, tenaman tempuyung sudah tidak terlalu asing karena sering dijadikan terapi pelengkap atau komplementer sebagai peluruh batu ginjal. Konon kandungan kaliumnya mampu memecah kristal oksalat dan kalsium karbonat pembentuk batu ginjal..Tempuyung pernah diteliti oleh Prof Dr Sarjito dari Yogyakarta. Dalam eksperimennya, Sarjito merendam batu ginjal dari manusia dalam air rebusan daun tempuyung dengan suhu tertentu.

Daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal. Daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988). Praperlakuan flavonoid fraksi etil asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetrakiorida (CCL 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991).

(dari berbagai sumber)

Kami menyediakan minuman herbal instan ekstrak tempuyung untuk mencegah sekaligus sebagai terapi batu ginjal. Harga satu pack (isi 10 sachet untuk 10 gelas) adalah Rp 15.000,-
Untuk pemesanan silahkan sms 082325787980 atau email ke pocorini@gmail.com


No comments:

Post a Comment